Mata Kering Membuat Kemampuan Membaca Berkurang

mata kering

Menggunakan lensa kontak atau beraktivitas di luar ruangan yang penuh polusi dan debu, kerap membuat mata kering. Namun, ada pula orang-orang yang mengalami mata kering karena faktor biologis, salah satunya mata kering kronis di mana produksi air mata tidak mampu membasahi mata secara alami. Dalam kondisi normal, air mata tidak hanya keluar saat bersedih saja, tetapi akan terus diproduksi agar mata tidak kering. Dalam kasus mata kering kronis, produksi air mata terhambat, sehingga harus dibantu dengan obat tetes.

Esen Akpek, M.D., dokter spesialis mata dari Johns Hopkins Wilmer Eye Institute mengungkapkan, mata kering tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman saja, tetapi juga mampu berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari, salah satunya kemampuan membaca. Gangguan mata yang kebanyakan dialami pada usia 50 tahun ke atas ini juga dapat dialami oleh orang-orang yang memiliki daya penglihatan normal alias tidak mengalami rabun.

Kebanyakan pasien saya punya penglihatan yang sempurna, tetapi mengeluhkan tidak bisa menyetir di malam hari, membaca tulisan berukuran kecil, atau menggunakan komputer,” papar Akpek kepada situs resmi Johns Hopkins Medicine.

Padahal, sambung Akpek, mereka mampu lolos tes membaca jarak jauh yang lazimnya dilakukan terhadap penderita mata rabun. Namun, jika harus membaca dalam jarak normal seperti membaca buku, kecepatannya cenderung lebih lambat. “Kami menduga, orang-orang dengan mata kering tidak bisa membaca secara normal, karena air matanya tidak bisa membasahi permukaan mata dengan cepat,” ujar Akpek.

Untuk mengujinya, Akpek dan sekelompok tim peneliti melakukan eksperimen terhadap 186 partisipan. 116 orang di antaranya didiagnosis memiliki mata kering, 39 orang mengalami gejala mata kering tetapi belum didiagnosis, dan 31 orang tidak memiliki mata kering. Seluruhnya memiliki rata-rata usia 63 tahun. Para partisipan kemudian diminta untuk mengisi kuesioner dan melakukan tes membaca yang dibuat secara khusus oleh Pradeep Ramulu, M.D, Ph.D., dokter spesialis mata dari Johns Hopkins University School of Medicine. Dalam tes ini, para partisipan harus membaca 7.200 kata dalam waktu 30 menit

Hasil eksperimen menunjukkan, partisipan yang didiagnosis mata kering mampu membaca sebanyak rata-rata 240 kata per menit atau sekitar 32 kata lebih sedikit dibandingkan partisipan yang tidak memiliki mata kering. Terganggunya produksi air mata dalam membasahi kornea dinilai menyulitkan pergerakan mata saat membaca.

Penanganan mata kering kronis yang tersedia saat ini di antaranya operasi dan obat tetes dengan resep dokter. Sayangnya, banyak pasien mata kering kronis yang mengira kondisinya ini normal dan hanya sementara, sehingga hanya diobati dengan obat tetes yang dijual bebas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *