Perbedaan Telur Ayam dan Telur Puyuh Dengan Manfaatnya

Perbedaan Telur Ayam

Perbedaan Telur Ayam – Hampir semua orang suka makan telur, apalagi telur ayam dan telur puyuh. Selain mudah diolah, bahan makanan yang berbentuk bulat-lonjong ini mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh. Namun, kira-kira mana yang paling sehat dan bergizi, telur ayam atau telur puyuh, ya? Yuk, intip jawabannya pada ulasan ini.

Perbedaan Telur Ayam dan Telur Puyuh

Dilihat dari tampilannya, Anda pasti bisa membedakan Perbedaan Telur Ayam dan Telur Puyuh dengan jelas. Ya, telur ayam punya warna cangkang yang kecokelatan, sementara telur puyuh cenderung berwarna putih dengan bercak-bercak hitam di cangkangnya.

Nah, kalau dari segi kandungan gizinya, kira-kira mana yang lebih sehat, ya? Yuk, kita urai satu per satu.

Dilansir dari Very Well Fit, setiap 50 gram atau sekitar 1 butir telur ayam berukuran besar mengandung 6 gram protein dan 78 kalori. Sedangkan, satu porsi telur puyuh (5 butir) mengandung 6 gram protein dan 71 kalori.

Bila Anda makan satu porsi telur puyuh, ini artinya Anda mendapatkan asupan protein yang sama dengan ketika Anda makan sebutir telur ayam. Kandungan kalorinya pun hanya terpaut 7 kalori saja, sehingga tak jauh berbeda.

Bukan hanya jumlah kalorinya saja yang mirip, kandungan vitamin dan mineral pada dua jenis telur ini pun

Anda mungkin selama ini menghindari makan telur puyuh karena katanya bisa bikin kolesterol naik. Alhasil, Anda memilih makan telur ayam saja yang lebih aman kandungan kolesterolnya. Namun, apa benar begitu?

Faktanya, setiap 5 butir alias seporsi telur puyuh mengandung 5 gram lemak total, yang terdiri dari 1,6 gram lemak jenuh. Sementara itu, sebutir telur ayam ukuran besar (50 gram) mengandung 5 gram lemak total, dengan 1,5 gram lemak jenuh.

Meskipun perbedaannya tampak sedikit, kandungan lemak jenuh dalam telur puyuh tetap saja lebih tinggi daripada telur ayam. Hati-hati, lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh Anda.

Tak cukup 5 butir, Anda biasanya akan menambahkan lebih banyak telur puyuh ke dalam setiap masakan keluarga. Misalnya saat membuat semur telur atau sate telur.

Karena ukurannya kecil, Anda mungkin tidak sadar bahwa Anda sudah makan banyak telur puyuh dalam sehari. Nah, hal inilah yang dapat memicu kolesterol tinggi jika tidak segera dikendalikan porsinya.

Jadi, lebih sehat yang mana?

Pada dasarnya, kedua telur ini sama-sama bermanfaat untuk kesehatan. Namun kalau dilihat dari kandungan lemaknya, telur ayam cenderung lebih sehat daripada telur puyuh.

Terutama bagi Anda yang punya kolesterol tinggi, sebaiknya batasi makan telur puyuh hanya sesekali. Apalagi karena ukurannya kecil, Anda mungkin sering tidak sadar ketika makan telur puyuh dalam jumlah yang banyak.

Namun, ini bukan berarti Anda boleh bebas makan banyak telur ayam, ya. Ingat, tetap saja ada kandungan lemak jenuh yang tak boleh disepelekan.

Supaya lebih aman dan sehat, olah telur dengan cara direbus atau cara lain yang tidak butuh banyak minyak atau margarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *